Monday, 1 September 2008

Salah Kaprah

Posting ini dibikin saat malam kedua shaum ramadhan (puasa di bulan puasa umat Islam).
Tepat saat saya flu berat, dan saya memutuskan untuk bermalas-malasan menikmati sakit bukannya shalat tarawih.
Awal mula salah kaprah ini, adalah saat saya menjelang wisuda. Disusul dengan menyambut bulan puasa. Dan sekedar peringatan, keyakinan atas kesalahkaprahan ini cukup beralasan buat saya.
1. Selamat yaa, sudah wisuda. Heran. Kenapa sih senang betul menyelamati saya? Dari mulai yang nyuruh dandan seoke mungkin, gara-gara mo wisuda, sampe pertanyaan 'cie, udah lulus nih. mo ngapain?' yang langsung saya jawab dalam hati, "mao liburan gile loo..." Bagi saya, ini jelas sebuah kesalahkaprahan. Wisuda buat saya hanya berarti satu hal. Tugas peran saya sebagai seorang mahasiwi berakhir. Dan selanjutnya, saya masih akan menemui banyak fungsi peran lain yang tentunya diiringi dengan tugas peran sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan.
2. Minta maaf sebelum puasa. Memang, secara teori dalam mata pelajaran agama Islam, bahwasanya setiap umat sebaiknya saling memaafkan dulu. Menjadi salah kaprah bagi saya, ketika orang-orang mulai mengirimkan kata-kata bertendensi basa-basi dalam rangka menyambut puasa (sebagai contoh, saling memforward SMS). Lebih salah kaprah lagi, ketika ada nama jelas di bawahnya, yang mengatakan "nama-anu, dan keluarga". Adalah jelas bukan, ketika nama Anda disebutkan diiringi kata 'keluarga', maka seharusnya Anda sudah berkeluarga, dan artinya status Anda bukan lagi sebagai anak. tapi dengan pasangan masing-masing. Lagi pula, kalau misalkan memang belum berkeluarga, atas dasar apa keluarga di bawa-bawa? jelas-jelas gak kenal juga gitu?

Ah, sudahlah. Dua poin yang aneh. Rupanya saya masih belum sembuh dari flu saya. Kenapa? Karena saya jadi ikut pening baca tulisan ini? Apa sih esensinya? Sudahlah, posting ini memang ditujukan untuk memprovokasi pembaca agar turut berkomentar.
Benar-benar aneh! Tapi, apa pun itu. Kepada semua yang menjalankan ibadah puasa ramadhan, saya mohon maap (hiks, saya jadi ikut salah kaprah). Selamat berpuasa dan bercakap-cakap denganNYA dari hati ke hati.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home