Wednesday, 20 August 2008

Menunggu (Kebaya)

Rabu pagi, 20 agustus 2008

Masih jam 10 pagi, dan gue kudu ke kampus bayar administrasi wisudaan. Sejarahnya adalah, gue mo bikin kebaya wisuda dengan tema all about black.
HITAM. tidak dilihat dari definisi kelam. gue melihat sesuatu yang mister-ius dalam warna hitam. kayak nona ius, halah ini lelucon jaman kapan?
Kenapa gue sebut kata menunggu? Ada sebuah korelasi antara warna hitam dan adegan menunggu.
Gue pribadi (ya hiya laah...) menunggu beberapa hari sesudah euforia sidang buat bikin kebaya. DAMN!
Oh, ya... MERDEKA! masih nuansa kemerdekaan ceritanya.
Sesudah menghabiskan malam-malam durjana dengan si kriting, gue jadi punya kesibukan baru. Nonton DVD (mengulang kejayaan engga tidur 30 jam demi mantengin pelem) dan baca-baca buku.
Selain definisi banyak baca bikin mati, ada ide lain. Baca mengurangi rasa penasaran. Karena, konon kata seorang M (i told him, that he has a beautiful mind) banyak baca bikin banyak tau - itulah alasannya.
Lagi-lagi, ide masuk akal. Alasan diterima.
Menunggu, adalah jelas bentuk perbuatan pasif yang berjenis kata aktif. Dia berawalan me- tapi posisinya adalah PASIF.
No action, and even no talk.
Jangan kata bertindak. Berbicara pun tidak.
Posting sebelumnya, si tragedi asbak, terjadi saat momen gerhana bulan. ada pun momen sehari setelahnya, awal mula gue melihat sisi lain dunia, eh si kriting maksudnya, adalah saat bulan purnama.
Sudahlah, sudah mulai ngaco tulisan ini.
Nanti,,,akan gue rumuskan ulang ide-ide yang bleceran pabalatak ini.
Uhh,,,yeah. I like writing. Sebuah perbuatan kontradiksi dari keinginan menjadi misteri. Dengan nulis, gue bisa dibaca. Jadi gue bikin "mati" orang dan mengurangi rasa misterius diri gue sendiri.
Sudah, sudah put. Makin ngaco kamu...

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home