Sunday, 13 January 2008

Susahnya Menjadi Perawan

Sebenernya akhir-akhir ini saya sedang menggila karena beban hidup (baca: ditagih kelulusan, kerja, pasangan idup, blah 3X seperti Kisah Klasik Parasit Jalang). Akhirnya saya jadi mizz.NoMat deh.
Akhir-akhir ini (agaknya sejak zaman AADC,katanyah.ntah kata syapa) geliat perpeleman indonesya mule bangkit.
Pelem Indo yang ingin saya bahas di sini adalah seperti judul di atas, dan Kawin Kontrak. Yang terkhir ini saya maraton nomat sendirian di BIP (ups,nyebut merek) sebuah mall sejuta umat seBandung-raya.
Tentang isi pelem dan makan filosofis (halah halah, kamana ateuh neng?) saya abadikan dalamn resensi pelem di FS saya+multiply (edisi nginggris tentunyah).
Apa yang akan saya bahas kalu gitu? Tentang teknik dan genre.
Pada pelem Susahnya menjadi perawan saya duga memakai teknik VO (Voice Over). Diterjemahkan dalam bahasa visual seolah sedang menanggapi dalam hati pada setiap kejadian yang dialami.Foot note: 'Menjadi Penulis Skenario Profesional, oleh Sony Set&Sita Sidharta' penonton tentunya akan bisa membedakan antara teknik Voice Over ini dengan over acting yang dilakukan di sinotron-sinotron indonesia.Semacam 'seharusnya aku membunuh dia kemarin' sambil si pemain sinetronnya ngoceh sendirian dan menggunting-gunting tangkai kembang.
Yah, saya juga tidak berhak mengkritik para penulis skenario sinetron karena siapalah saya ini.
Saya baca iklan pelem di sebuah media massa (bahasa panjang dan keren dari kata KORAN). bahwa pelem Susahnya Menjadi Perawan ini merupakan pelem semacam drama musikal gitu deh (yaelah, ini gaya bahasa koQ mule kurang ilmiah yaa?).Senada dengan pelem dari Maha Karya Mbak Djenar, Mereka Bilang Saya Monyet.Khusus yang terakhir ini, saya memang memuja mbak Djenar, walo belio suka dituduh sebagai Sastrawan Selangkangan (saya juga calon S.Si lhoh,nah jadi Sastrawati Si Selangkang dong? yak, makin tidak ilmiah!!!)
Sedangkan untuk Kawin Kontrak, lagi-lagi pelem komedi dewasa seperti pada Quickie Expres tentang perjalanan tiga orang gigolo.Akan ada juga pelem komedi lain, entah dewasa atau tidak, yaitu Otomatis Romantis.
Pada buku Perjalanan Wartawan Boke Keliling Dunia yaitu kisah petualangan Tony Ryanto seorang mantan wartawan kantor Berita Antara, ada sepotong kisah yang berkaitan dengan si 'dewasa' ini.
Judul kisah belio adalah Makin Gampang Makin tak Laku.
Intisari kisah itu belio tuliskan dalam MAKNA: Peminat serta variasi buku, majalah dan film porno terbatas sehingga tidak akan dapat mengalahkan peminat serta variasi buku, majalah, dan film berkualitas.
Mungkin, ah pastinya,,, kisah selengkapnya akan saya sertakan dalam hyperlink saya (maklum, banci tampil. jadi punya blog di mana-mana.hehe)
Kembali pada KOMEDI, baik deawasa atau pun tidak. Saya kira pelem indonesia genre komedi semakin disukai (ah, itu sih saya saja mungkin? atau karena kegiatan saya sebagai mizz.NoMat saat ini?).
karena, mengutip lagu SLANK (buat sodare Bam-bam. ANDA salah BESAR bung! karena ternyata telah menipu saya.baru nyadar gue kalu itu slogan dikutip dari lirik Slank) Hidup Sudah Susah jangan dibuat Susah.
Tertawa adalah sebuah obat mujarab untuk mencipta perdamaian dan meminimalisir penderitaan. Bukan begitu?
Kembali pada film.Mungkin benar dengan sesuatu yang pernah saya baca (lupa, yang mana y?) bahwa sebenarnya penonton ingin memilih, tapi kadangkala tak ada pilihan. Sebaiknya memang disediakan pelem-pelem bermutu yang engga modal ganteng + cantik. Semua itu relatif. kalu jelek, nah baru mutlak.
Sedangkan tentang pronografi dalam film, saya kira baik pada Quickie Expres, Kawin Kontrak, atau pun Susahnya Jadi Perawan tidak ada adegan berlebihan. Cukup dengan visualisasi muka horny atau ranjang goyang.Eh, ada ding yang adegan kedua bibir nyaris menempel (udah sih, ini ciuman berupa tempel bibir), atau adegan saat Ira maya Sopha ber-fore play dengan gigolo (diperankan dengan baik oleh Tora Sudiro).Anda tidak mengerti fore play, ah... umur berape sih loe? coba deh baca kosmopolitan woman atau man barangkali.foreplay adalah semacam pemanasan sebelum bercinta (bercinta ini maksudnya ber-seks-ria, tapi dengan hati bo!ini yang dinamakan dengan ML atau Make Love.lhah, jadi panjang urusannya. make Love bukan sekedar seks, karena telah melibatkan hati dan perasaan.halah halah...makin capek dah gua!)
Dan mungkin sekedar komentar pribadi pada Lembaga Sensor Pelem Indonesia. Apa sih yang sebenarnya di sensor? Kenapa tidak aturannya aja dibenahi. Segala majalah macam Play boy, VCD biru atau VCD yang isinya hajar-hajaran, sampai rokok sekali pun kok ya paling gampang ditemui di negeri ini.bahkan di negara yang suka dituduh orang timur sebagai BARAT (bule-bule maksudnyah) ada batasan jelas yaitu USIA 18 tahun baru bisa transaksi.
Koq jadi ngaco ya topik bahasan kite? Ah, sudahlah. Intinyah memang MARI KITA MAJUKAN PERPELEMAN INDONESIA.
Selamat pada kaum muda insan pelem. Bukan termasuk yang ngebet pingin jadi selebritis truz udah maen beberapa pelem gak mutu+para orang belakang layar yang juga udah menghasilkan karya gak mutu lhoh yaa.
Sekali lagi, siapa lah saya. tapi saya ingin sekali para insan pelem berguru pada bang Deddy Mizwar selaku insan pelem peraih Lifetime Achivement, atau Lukman Sardi sang Pemain watak. keren kali kau Bung Lukman?!
Akhir kata, salut pada para insan pelem, termasuk bung Monty Tiwa sang penulis skenario.
mari, kita berkarya terus tanpa melupakan kualitas.
Kesuksesan adalah sesuatu yang diingat sesaat,sedang kesalahan diingat selamanya. (Josune Bereziartu, France).Kualitas yang tercemar kadangkala sulit mendapatkan gelarnya kembali.
mari, MAJUKAN PERPELEMAN INDONESIA dan mari majukan bangsa ini seutuhnya. Ya, saya tetap bangga menjadi warga negara Indonesia!

2 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Hola
mau ngasi info aja, yuk saksikan Syahmedi Dean di Pagi Jakarta, O Channel Senin 28 Januari 2008, pukul 07.00-08.00 WIB.
cheers

5:24 pm, January 24, 2008  
Blogger dinna nisa said...

Gw nonton susyahnya jadi perawan ama teh mida dan si ade. kata teteh gw (yang terakhir nomat tahun 2000, walah? sekaligus manusia produk awal tahun 70'an) abis nonton bingung (ga ngarti gitu) mungkin karena sudut pandang yang 'baru'. Jujur gw liat pelem2 sekarang banyak horor ga jelas plus pornografi yang sebenarnya ga bagus ditonton ade - ade kite (gw nonton quickie express ma ade gw sumpeh dy bingung liat adegan **). Bener kata Hanung Bramantyo Ayat - ayat cinta sebagai pembuktian bahwa pelem - pelem yang komersil ga mesti horor or sex melulu. Makanya gw sangat nunggu Laskar Pelangi The Movie

9:06 pm, March 10, 2008  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home