Saturday, 24 January 2009

Autis sebagai Dalih dari Kegaptekan

Yah, setelah satu artikel saya dimuat di SINDO berabad silam (hiperbokis) saya kembali menuliskan tema sama, autisme ditinjau dari kategori kesendirian.

Sungguh menyebalkan bahwa saya terjebak sekian lama dalam kemalasan. Kemalasan menjual ide. Istilah menjual ide ini saya temukan dari Bang Mus (Mustafa Ismail) - seorang editor di Koran TEMPO.

Lantas, saya mulai mengisi kembali blogsepot yang set nya sungguh menyebalkan ini dengan tulisan-tulisan bermutu (jika tidak tega disebut propokativ - hehehe,,,). Kenapa? Karena eh karena, merusak pikiran. Serius ah! Karena, saya merasa terharu. Ada seorang yang lantas serta merta menjadi pengikut saya. Namanya Hari. Yah, demi menjalankan misi Bebas Umur, maka Hari yang oleh teman-teman komunitas nulis lebih banyak disebut Om Hari tetap saya panggil Hari. Saya tergerak untuk menuliskan isi pikiran saya yang brilian (lagi-lagi demi mencegah menyebut isi pikiran saya provokatif). Blogsepot tak puguh karu ini memang lebih tepat dinamakan perekam pikiran si Putri anak emak bapanya. Ngerti gak teu puguh karu? Itu tuh basa Sunda yang kurang lebih bisa dinamakan Ge-Je. Alias Gak Jelas. Bahasa Gaul, bo...

Saya sebagai Ibu Pejabat Teladan yang rajin mengadakan kunjungan meski tidak diundang dan kadang susah disuruh pulang, alias nunggu diusir, tentu berkunjung balik duonk... Nah, jeng jeng jeng... Terkaget-kagetlah si gue ini ketika melihat link-link dicantumkan oleh beberapa pengunjung Dunia P0eTRiE. Gila??? Siapa gue???

Nah, kembali ke inti ide. Problemnya adalah masalah. Ternyata si gue begitu gapteknya untuk mengurus setting si blogsepot ini. Namun, biarlah. Agar bisa bebas merdeka. Yah, semacam selebriti gitu kaaan. Kalo kebanyakan yang nguntit dan pamer-pamer malah setep. Soalnya jadi tak ada privasi lagi (teuteup yaa bu, obsesi jadi selebriti).

Seperti biasa, sudah seharusnya ada kesimpulan dari setiap semacam-esay saya. Maka, saya nyatakan kali ini, saya tidak peduli dengan set mblogsepot yang cak-kacul ini. Sebab, blogsepot ini pada akhirnya hanya menjadi perekam isi kepala saya. Seiring dengan berkembangnya isi kepala saya (sheuuuh bahasa gue...) maka bertambah teman-teman yang isi buku tamu dan mau-maunya menjadi pengikut saya. Saya biarkan mereka turut membaca isi kepala saya.

NB : saya jadi teringat si GeZet teman fesbuk saya. dia pernah berkata Putri Sarinande Rasulullah. saya tolak. saya katakan : nanti ga bisa dugem. eh dia tertawa. benar, saya tak suka diikuti ataupun mendapat pengikut. nanti mereka pikir saya nabi. atau minimal, disangkanya saya ini orang penting dan cerdas. padahal, saya hanya pemberontak cilik yang lebih suka mikir belakangan kalo kepepet setelah bertindak.

7 Comments:

Blogger pojokjambi said...

tapi memang betul kok, para blogger kebanyakan propokatif, hehehe....

salam kenal dari jambi...

12:06 pm, January 24, 2009  
Blogger srex aswinto said...

Non...blog mu gak akan ku cantumkan di 'my links'....cukup di memori otakku aja...
Makasih dah mampir...

8:22 am, January 25, 2009  
Blogger MU Fans said...

waduh....trnyata ada jg yg jd provokator ya...moga2 aku gak dicap begitu deh..peace ya!!!salam kenal dari saya...

2:07 pm, January 25, 2009  
Blogger duniaputri said...

bener,,, ngapain nguntit saya. malas betul, eh? hehehe...

6:57 pm, January 25, 2009  
Anonymous milham said...

wah kota udang ya. sip sip

7:07 pm, January 26, 2009  
Blogger bungabambu said...

tetaplah jadi diri sendiri.
salah satu unsur kreatif adalah: orisinal. Kalo kamu berubah gara-gara ikuti selera pembacamu, wah...

1:07 pm, January 27, 2009  
Blogger duniaputri said...

yoi,,, kota udang nih ^.^

benul, hari. harus orijinal ^.^

9:51 pm, January 27, 2009  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home