Thursday, 16 April 2009

Ketika Hendak Menyendiri

Ini kisah merupakan isi SMS-an saya dengan seorang teman baru. Sebutlah namanya Kang-Gondring (sebab rambut dia gondrong dan itu awal mula percakapan saya dengannya...)

Berikut ini isi SMS-an kami. Sengaja pisan gua teh yah, memamerkan ketululan diri sendiri. Ah, peduli setan lah. Thoh, yang mau gua ceritakan adalah : gue ada alasan untuk menyendiri, berkencan dengan diri sendiri. Dan si Kang-Gondring (mencoba) mematahkan ajah gitu alasan gua tanpa bisa menjadi patah...

Peristiwa itu terjadi keesokkan harinya, setelah pada sabtu malam minggu, 28 Februari 2009 saya menjadi tolol karena cinta. Sebab tanggal 28 itu bertepatan dengan saat perjumpaan dengan Dino Umahuk Kang Yonathan dan Bang Ucok Sihar di Pesta Buku Puisi Dino, dan terutama bertepatan pula dengan selesainya perjumpaan saya dan lelakiBAIK (di mana saya mengacaukan suasana dan membuat dia semakin merasa yakin bahwa saya ini ANEH...) eh sejak malam saya gundah gulana (hoek najis,,,) tidak bisa tidur dan merasa sangaaat ingin menyendiri sampe keesokan harinya. Menyendiri dan melamun dan mengosongkan isi kepala hanya saja tetap berakhir dengan dialog dalam monolog saya...

Saya disingkat menjadi Putput (P) dan Kang-Gondring menjadi KG.

Awalnya neh, doi SMS duluan...
KG : Salam sejahtera.. Dah tdr lom?
P : lupa, mbuh SMS apaan. yang jelas isinya kira-kira "tetap bermimpi, sebab mimpi adalah energi kehidupan" (dan itu, sumpah kerna teringat si MN keparat yang sangat gue rindukan...)
KG : Weiz.. brawal kata sms di lanjut kedunia mimpi yang tumbuh menjalar ke dunia nyata..
Ketika mblog inih diketik, saya baru sadar betapa SMS KG mengabaikan pola Bahasa Indonesia, doi tidak dapat membedakan mana kata depan dan mana kata kerja. Harusnya "dilanjut" dan "di mimpi". Niat amat yak gua, HAHAHA... Ealah ndalah... Ndilalah... Saya sehabis menjumpai lelakiBAIK mendadak dangdut deh alias mendadak syahdu HAHAHA... Dan tuh orang nekat ngajak ngobrol :
KG : Salam belajar.. Pie kbre.. Lg pa nih?
P : lupa, tapi intinyah "sedang ingin sendiri" Bunyi SMS ini pulalah yang membuat rekan eh korban saya dalam permainan hati (dan badan) mendadak dangdut dan menjadi lebai.
KG : Bahaya klw terus2an sendiri.. Klw buth temen dalm kesendirianmu.. Ak akn coba jadi tmnmu yg baek? G mana? S7..?
Dasar ngeyel. Jadi emosiong pan pemirso?
P : Justru perlu sndiri utk sjenak,agar kata dpt m'alir lancar dari dada ke kepala lalu mengalir terus membentuk siklus serupa jantung yang tak pernah berhenti brdetak
Kalimah dalam SMS saya itu, merupakan ide dari karya-karya Mas EM (seorang kawan penyair dari Makassar - ataukah saya hanya mengaku-aku sebagai teman?) : siklus dada merasa lalu kepala berpikir, dada mengevaluasi kepala melaksanakan lagi, dan begitu seterusnya... KG : Apa iya?? Apa bukan bahwa kata yang brbenturan akan menjadi serpihan kata yang braneka warna?
P : Jika tabrakan kata menjadi serpihan warna pun, mata masih mampu melihatnya. Meski mata asli tak mampu melihat.. Ada mata lain yg dapat melihat lebih jelas.
KG : Justru itu.. Serpihan akan mnjadi sebuah fenomena dan jadilah peristiwa takjub..?
P : Jika memang demikian, darah mengalir dalam tubuh tanpa henti, serupa kata mengalir dada kepala tanpa henti. Semacam, alami
KG : Ya begitulah kehidupan.. Saling mengisi, kerja bareng..dst... S7 atw msh ada keraguan?
P : Dan tetap butuh suatu waktu untuk sendiri sejenak.Dan tidak ada keraguan untuk itu.Dan persetujuan tidaklah dibutuhkan sebab konflik mutlak diperlukan
KG : Weiz... baguslah Dan koreksi tetap di butuhkan" itu lebh baek dri pada tidak,
P : Maka dari itu diam sejenak dan memenuhi kebutuhan waktu utk sendiri mutlak diperlukan. Agar jiwa dapat melebur, mengoreksi sbelum dikoreksi.
KG : Oke.. Tp jangan strez ya?
P : Lhoh, memang tidak. Ini adalah sebuah keyakinan, bagian dari pernyataan sikap. Stres pun bahkan dibutuhkan dalam dosis sesuai
KG : Ya ya.. Ibu ***.?
Yang tanda bintang merupakan sensor, sebab saya tidak suka kata itu. Tapi bisa Anda Sekalian resapi sendiri... Lhah, dia nekat masih kirim SMS hanya untuk memastikan saya baik-baik sajah atau tidak. Hmmm...
KG : Salam.. Sndriny dah selesai lom?

Jadi, apa pesan moral isi tulisan eh curhatan inih?

Biasakah lekas memahami apa yang tersirat dan lekas tanggap terhadap apa yang tersurat!

Seperti yang pernah saya katakan, ketika saya telah memutuskan sesuatu dan saya BERTANGGUNGJAWAB penuh terhadap segala keputusan saya itu ITULAH Hal Terpenting dalam menjadi Manusia (berotak dan hati)-Dewasa...

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home