Tuesday, 2 June 2009

Tentang Bahagia

Jadi, ceritera ini adalah kisah si Babu Intelek (saya, selaku pegawai tauladan) yang mendapat gaji melebihi dari yang saya harapkan.

Singkat saja sih. Harusnya saat ini, Si Babu Intelek mendapat gaji kurang dari 100% sebab masih menjalani Masa Percobaan (Probability Period, that's what my mum - the best friend and the best rival in my life recently - said). Ndilalah, saya mendapatkan utuh 100%. Hahay, serasa iklan : I got one hundred percent ^,^

Jadi, ekspektasi saya di bawah hasil. Maka saya bahagia. Sebab kecewa adalah ketika hasil di bawah ekspektasi.

Itu pertama. Ini kedua. Hahak, kembali tentang si lelakiBAIK (pembaca sud bosan atau malah baru tau? kalem wat yang bosan, sayah ajah jadi bosan sendiri, hwakakak!)

Saya tadi malam diajak berpikir bareng sama dia, via lelepon. Hahak, jadi dia (si lelakiBAIK, perlu ada penegasan tuh, heuheuw...) memiliki fatwa sendiri :
people would rather die than think
Lalu, terlibatlah saya dalam percakapan mengerikan (dan sambil terhisap Lubang Hitam alias dia, huaaay... najis dah gwa...) dan semakin mengabutkan diri ini. Omaigosh...

Apa yang akan kamu pertahankan mati-matian dalam hidup ini? (semacam itu kira-kira pertanyaan yang dia tanyakan tga kali dan saya tak jua menjawab satu kali pun)

Rupanya, dia jenis lalaki yang memilih isi otak sebelum fisik. Yah, semakin membuat saya yang malas mikir dan cenderung apatis ini semakin jatuhcinta padanya (yak, ini isi blog makin najis dah! hwakakak...)

Itu kedua, ini yang ketiga. Perempuan Sendja, yang juga telah mendapat tempat di hati saya (lhah, lama-lama saya terdengar seperti lesbian eh biseksual? hehek...) hari ini berulangtahun. Dia, telah menggantikan posisi MN yang juga mendapat tempat sangat luas dalam diri saya. MN sedang teramat sibux saat ini. Dan aku memiliki tempat lain untuk mengalirkan isi sebagian diri. Ah, sungguh menyenangkan... Dasar, saya dan MN dan juga Perempuan Sendja memang sama-sama lesbian gagal (sebab kami lebih memilih laki-laki untuk memuaskan kami, kyahahahh!)

Ternyata, sesederhana itu saja untuk bahagia. Yah, ketiga alasan di atas bukan hal mutlak yang membuat saya bahagia. Sejujurnya, setelah saya leleponan-MIKIR ama lelakiBAIK sumpe saya mendadak insomnia (hal yang ud biasa sebenarnya, terjadi, pada saya Si Kalongwati ^,^ hohoho) daaan, gundahgulana resah tak menentu arah. Bukan karena dia semata, tetapi karena diajak mikirnya itu lhoh...

Oh, ini dia yang keempat. Si Babu (teman saya yang pernah saya ceriterakan, yang sedang menjadi WNI tak bertanggungjawab dengan kembali menjadi murid sakola di Sweden sonoh) mengangkat lelepon tak sengaja saya. Awalnya saya hanya pen kirim SMS, eh kucoba me-miskol dia sebab saya agak lupa nomornya yang Indonesia. Ndilalah meneh, bunyi. Lhah jadi bergosip deh gwa... Nah, Si Babu mengalami apa yang dinamakan Seonggok Jagung - binun mo ngapen berlibur di negara sendiri. Dia bisa saja berlibur di Eropa, sialnya visa dia telat diperpanjang. Saya mengobrol bodoh panjang kali lebar sama dengan luas dengan Si Babu. Obrolan sepasang Babu Intelek, yang sama-sama menampik bahwa kami ini sialnya suka berpikir (keknyah sih gitu, ataw jangan-jangan Babu menampik hal ini?)

Ah, sudahlah. Mari berbahagia!!!

SELAMAD BERBAHAGIA kalok begitu, apa pun alasan anda sekalian pemirso ^,^


NB : oia, berbahagia bisa dicapai dengan memberi (memberi dikatakan menghadirkan kehidupan)

maka saya memberikan Voucher Makan gratis - ada 4 macam - yang saya dapatkan karena masuk menjadi Hall of Fame di sebuah E-Mag tentang Bandung (kalian bisa klik tautan yang saya sertakan) pada teman-teman saya di Ciheu 4A (Tubagus Ismail Bandung) - sebuah kos yang lebih bermakna bagi saya dari apapun juga, yang menerima saya yang tanpa bentuk dan melepas saya yang agak sedikit berbentuk (jadi kayak tanah liat yah gwa? hahak...)

Ini pulak yang membuat beberapa kawan kos saya di Dusun Jatinangor (Bu Bawel n Liliput Kecil) kuciwa. Mereka bilang, saya sudah tak pernah lagi ber-blog-ria tentang mereka. Meski, saya yakin saya masih dekat dengan mereka, tetapi saya tahu segalanya tak sama lagi kini... (hiyaaah, lebai deh... sok sendu deh gwa...)

3 Comments:

Blogger Sinting Maut said...

ya ampun darl, andai saja untuk mendapatkan kebahagiaan orang harus memutar kepa 180 derajat... tentunya ngga indah lagi bentuk-bentuk penghuni dunia...

walau kadang ada banyak orang yang bilang, 'Ngga mudah mendapatkan kebahagiaan', itu semata-mata karena mindset mereka sudah terlanjur dibentuk oleh pikiran-pikiran picik mereka sendiri....

ayo bahagia... ayo bergembira...

TAPI JANGAN ALAYYYY !!!
wakakakak

10:46 am, June 04, 2009  
Blogger duniaputri said...

berengseks, si sinmau ngelunjak...

kyahahaha...

12:10 am, June 07, 2009  
Blogger nandi said...

Penuh warna

5:28 am, June 13, 2009  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home