Sunday, 24 January 2010

Dialog dengan Jiwa (dan ada Buku Puisi)

Jadi gini, karena ternyata jiwa saya terpecah menjadi beberapa bagian tanpa saya perlu membunuh apa pun (kecuali nyamuk termasuk pasal pembunuhan terencana), maka dialog yang saya sajikan ini akan menjadi suatu dialog kompleks.

Macam Horcrux eh? Para penggemar Harry Potter pasti tau ini. Dan, oh ya. Saya menjadi begitu pemalasnya dalam mengetik sesuatu yang saya namakan (semacam) Napas Saya. kegiatan mengetiknya, bukan APA yang saya ketik. Plus, kenyataan bahwa Blog Versi Nginggris saya tampilannya Busuk Abis (bikin BeTe dan malas - hallaaah alasan!) maka semakin lah saya malas eh malas. silakan klik untuk membantu saya menurunkan kepercayaan diri saya yang sedang cukup terjun bebas ini.

saya : keracunan mafia wars (yang ada di facebook tapi, bukan di web zynga itu sendiri)
jiwa : wah, kamu buang-buang waktu.
saya : tapi kan sembari mengetik.
jiwa : mengetik apa? berguna tidak?
saya : berguna. pepuisian saya. harus dirapikan.
jiwa : lantas mau kaw apakan?
saya : akan buat buku lhoh...
jiwa : di mana? untuk apa?
saya : di penerbitan bekas rekan kerja saya. Sang De Uci.
jiwa : idih, penerbitan kecil gitu?
saya : kenapa, ada masalah?
jiwa : (terluka) lhoh maksud saya kan baik. saya ingin membantu kamu menjadi lebih baik.
saya : lama-lama kamu terdengar seperti ibu saya.
jiwa : lhoh, kan memang ada sekian entah prosen darah yang mengalir di dalam kamu.
saya : (bete) trims sudah mengingatkan.

Begitulah. Saya bersedia membayar mimpi saya. Menerbitkan Buku Puisi saya. Jika BuSet ribet sendiri ketika Buku Puisinya harus dibedah, saya tak peduli. Karena saya percaya dengan teman saya Sang De Uci ini, yang sebentar lagi akan menjadi mantan rekan kerja.

jiwa : nah lhoh. sibuk nih yee?
saya : (terluka) sialan. tak bisakah kaw berhenti mengganggu saya?
jiwa : katanya kaw Yahoo Messiah eh?
saya : lama-lama kaw seperti orang-orang yang berpikiran sesempit,,, akuarium (saya merasa sangat tolol. saya memaki jiwa saya sendiri. salah apa dia?)
jiwa : kan saya hanya menemani (senyumnya buat jengkel)
saya : hentikan! (nah, ini dengan gaya lebai ala Beas si Pelukis "Girls")

Meski tak nyambung, saya baru ingat sekarang ingin berkicau ini. Tentang si New Moon. baruuu aja lihad web tentang Festival Bulan Purnama. bheuh, nampak mistis...

jiwa : itu pelem ABG lhoh?
saya : lalu? ada masalah?
jiwa : oke, silakan ngecoblak sepuasmu. saya, akan mendengarkan.
saya : (terkejut) benarkah?
jiwa : janji. tanpa nasihat. tanpa komentar. hanya mendengar...
saya : aih aih aih (kalao ini, dengan gaya bersuara Mumun Sang Perempuan Sendja)
salahkan jiwa, memperkenankan saya ngecoblak. maka ini hasilnya :

Ya ampun. Konyol banget ABG di New Moon itu. Bayangkan! Berada di antara dua cinta oleh satu vampir berusia manusia 18 tahun dan satu manusia-serigala berusia 16 tahun. Dan keduanya, mencintai dia setengah gila. Rela membantu dia, yang kerap kali (atas nama cinta) terlibat dalam hal yang membuatnya nyaris mati. Begitulah. Sesuatu hal yang menjadikan cinta antara mereka rumit hanyalah kenyataan bahwa satunya vampir satunya lagi manusia-serigala dan kedua lelaki saling serang. Lalu bagaimana dengan kisah cinta yang normal bagi seorang perempuan berusia nyaris 25 tahun macam saya? (omigod. usia blog ini ternyata empat tahun. cocok lah jika disebut balita)

Satu hal usah pasti. Yang satu menyebut dirinya penjahat, satunya lagi brengsek, ada lagi yang bilang saya kelewat bagus untuk dirinya. Bah?! Dan gak ada yang beres. Maka, sepertinya saya harus mencoba berburu Singa Afrika saja, atau mencari cara untuk berciuman dengan Anaconda? Kalem, badan ular pan geliat geliut lembek geli gitu. Idih. Eh, ini tentang ular beneran lhoh ya. Jangan yang lain.

(celingukan mencari jiwa)
jiwa : ya, kamu melompat-lompat. dan ngomel.
saya : kamu terdengar seperti Kaka Tita.
jiwa : gitu yak? kamu sih ngomel mulu kayak nene-nene
saya : kini kamu terdengar seperti ... ... ...
jiwa : kenapa kamu nampak kacaw begitu?
saya : entah lah. apa yang sebaiknya saya lakukan?
jiwa : tidur lah. kamu, butuh tidur. berhenti bergerak sejenak.
saya : dan kini kamu terdengar seperti ... ... ...

Begitu kira-kira ceriteranya. Dia benar. Saya butuh tidur. Sialan. Sesudah sekian lama tidak memperbaharui tulisan (termasuk BELUM menulis lagi ke Twentea???!)

Bentar lagi deh. Saya mau memperbaharui sesuatu di World of Putri.
Dan ini singkatan kronologis cerita saya (yang ternyata akhirnya gak kronologis) :
  1. akan segera menyamar menjadi mahasiwa di Unisba
  2. telah sukses menemukan desain kaos oke di Ganti Baju maka sukses beli (dan lunas) sampe pepotoan segala di Gedung Merdeka. kalian beruntung, saya belom sempat memajangnya di Poto-Strim saya (si flickr)
  3. mengobrol dengan Surabayu tentang kontradiksi dua tulisan dalam katalog pameran anak-anak. termasuk, memuji Sang Kurator yang berhasil membawa sisi akademik yang ... ... ... ... ... blah blah blah (Bayuuu, kok cerdas amat sih obrolan kita???!)
  4. seperti saya gak paham kenapa mereka menunjuk saya untuk sesuatu bernama Merdeka Art Space dalam judul Sekretaris, saya pun gak paham kenapa saya mengangguk ketika saya ditunjuk menjadi bagian pemasaran di Gerai Maya. baik Merdeka Art Space maupun Gerai Maya, saya paham. tapi posisi sekretaris dan pemasaran itu yang entah.
  5. eh sekalian iklan lah. kalian pada jadi kontributor di Kita Review dong. soalnya, gwa mendadak kerja wat si teman karena kamar kos dia akan saya jajah beberapa kali saat saya menyamar menjadi mahasiswa (idiot yah. saya, bukan si teman. dan bukan yang lain-lain misalnya kampus atau apa pun)
  6. ada yang ingin Suvenir Buku Puisi saya? jika Anda telad maka Anda akan harus membayarnya. hahaha, setuhan mengijinkan (mengutip kalimah Uni ci Adik Sepupu dari Hongkong alias palsu tapi asli - apa siiih makin ngaco...) maka Suvenir Buku Puisi saya akan tayang seiring hadirnya Jagakali Art Fest 3
  7. saya sejak kemarin malam mati. hingga hari ini, seharian. ketika orang waras lain menghabiskan malam minggunya dengan ngapain entah, minimal nonton TV atau mengupas bawang bombay pun bole. saya malah mati. dan, saya berusaha untuk tetap logis. kembali menjadi diri saya yang segitu-gitunya. ga karu-karuan, sekaligus juga sangat meyakini sesuatu yang logis sembari tetap tertarik pada hal-hal tak logis. lupakan kenyataan bahwa saya sedang mendapat kodrat untuk meluruhkan sel telur sejak pagi hari ini. terjadi atau tidak, saya tetap mati tadi itu. dan akhirnya, saya telah membuat beberapa keputusan dalam kematian itu.
Dan saya tetap merutuk bagian kurikulum departemen pendidikan negara Indonesia. Lenchaycheu si sahabat lama yang saya rindukan berkata di YM : ih, emang kurikulum kita ketinggian pan? Jadi ingin mengirim Ular Kobra ke Kantor DikNas... (baru niat, belum dilakukan. saya akan tidur ini beneran. jadi jangan laporkan saya...)

3 Comments:

Anonymous gajah_pesing said...

dialog yang menarik

3:01 am, March 18, 2010  
Blogger duniaputri said...

hwakakak. mokasi mokasi mokasi...

7:26 pm, March 23, 2010  
Anonymous yoxx said...

saya lebih suka berkunjung ke flickr daripada twentea, jadi segeralah bagi foto anda di flickr.. cepetan

9:20 am, May 19, 2010  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home