Sunday, 19 August 2007

Simfoni Putri

minggu dini hari
19 agustus 2007 - 00.06 a.m.

...adalah gubahan pribadi dari judul sebuah novel Simfoni Bulan, karangan Feby Indirani, penerbit Mediakita.

Beberapa buku bacaan saya dalam beberapa hari ini membuka pikiran lain. Mereka Bilang, Saya Monyet - sebuah kumpulan crpen mbak djenar. kata 0m d'Jay gigoloku tercinta, saya seharusnya menjadi Putri Mahesa Ayu, the next mbak djenar.
Saya baru ngeh sekarang, agaknya itu berlebihan. saya tokh membaca buku-buku lain selain karya mbak djenar.
ada J.P.V.F.K buku kedua setelah L.S.D.L.F. karya Syahmedi Dean. ada Wanita Penggoda, sebuah kumpulan CerPen Islami. ada Veronika Memutuskan Mati karya Paulo Coelho. banyak deh. apalagi chicklit.
Eniwey, thanks my dear. U often support me, even if U're not always be there fur me.
Sebenernya saya pingin sekalian bikin resensi buku-buku itu, tapi karena ada emosi-pribadi menyertai jadilah buku-buku itu sebagai literatur penunjang curhat.
Tadinya saya masih ingin memaki dan marah-marah. tapi saya pikir Bu bawel pasti hanya akan mengangkat sebelah alisnya dan berkomentar 'esensinya apa lu ngamuk-ngamuk gag jelas gitu. orang baca tulisan lu kagak ngatri kalle?!'.
Ah, bu bawel. Maafkan akyuwh yaa. belum lagi dapat menyisishkan waktu untuk mencarikan kadomu, buku-biokimia-(najeezzh)-yang-mudah-dibaca.
Thanks a lot sietz. U had inspired me.
Benang merah berbagai buku yang saya baca dan tuduhan gelar the-next-djenar adalah gaya penulisan. saya ingat dengan gaya penulian saya selama ini, masih mengikuti mood dan atau ikut alunan lagu. middle-to-slow, middle-to-cheer, hardcore, de-es-be.
Racun menelepon malam sebelumnya dari esya jakarta ke esya pinjaman saya. Sekedar info, nikmatnya ber-esya-ria adalah tarif muree wat bergosip. dia bilang bahwa selama ini dia suka membaca blog saya, karena ada aja yang bisa bikin dia ngakak.
Saya terharu, tapi racun bilang kalo sampe ada adegan nangis-lebay atawa ceurik-reumbay, dia akan menutup tilponnya (eh, btw perasaan lu gag ngemeng gitu ya Cun?).
Lalu kami tertawa-tawa membahas ibu-ibu arisan di kosan lama saya. di kosan itu, yang membuat saya ingin kembali hanyalah bu bawel dan dinyo. ibu-ibu arisan yang hobi membuat peraturan untuk kemudian mereka telan kembali, menjilat ludah sendiri. apa contohnya? yah, buat yang pernah sekosan dengan saya Herlinda Putri pada periode agustus 2006 - juli 2007, coba yang ngerasa... sok ateuh, dipersilakan untuk mengaku.
Akhirnya otak mulai mencerna.
Saya pikir keadaan saya sekarang. Seharusnya saya tidak memaki si-pembuat-tragedi-batal-november. keparat itu (tuh, kan. udah mulai berkata sarkastik lagi?... piye tho?), mungkin hanyalah puncak dari emosi-emosi saya.
Lagi-lagi, dengan sarkastik, saya bilang sama seorang-teman-yang-sibuk-membuat-membran. Belajar di jurusan saya saat ini mungkin memang sulit, sama sulit dengan menghadapi seantero manusia yang biasa hilir-mudik di jurusan saya. bagi saya lho.
mumpung inget, ah. BESAR UCAPAN MAKASIH dari lubuk hati terdalam, kepada seorang Syamsul Ma'arif dan Teguh Priyambodo. kalian teman-teman yang menerimaku apa adanya, dan memberi dukungan yang sesuai saat saya membutuhkan, dan terutama tanpa menghakimi.
Keadaan ini membuat saya kehilangan rasa humor, sedikit barangkali. Saya rasa saat ini saya mulai menikmati hari-hari sebagai apatis yang sarkastik. Sampai saya bisa menerima kenyataan dan kembali menghadapi realita hidup (halah3X, keknyah pait bangeud idup lo?).
Entah. Teringat SMS-SMS aneh saya di tengah malam ke monyet-gunung dan Sabam-Qirick. kirik adalah anjing dalam bahasa cirebon. binatang semua dunks? yaa, saya kan memanggilnya dengan penuh cinta. halah...Monyet Gunung ceritanya masih di Sulawesi, so what gitu? Sabam Qirick masih di Semarang, so what juga. Biar gimana, terimakasih daaaghling untuk pinjaman-mata-membaca-SMS-aneh-cerita-ku. So sweet gitu...
Dalam simfoni Bulan, saya menangkap pesan moral bahwa: "observasi untuk sebuah tulisan (entah cerpen, novel, fiktif, atau asli) bukan berarti melakukannya sendiri".
Karena apa? Original? tapi saya setuju sajah.
Intinya? i want to say alhamdulillah.
"yeah U bleed just to know u're alive" dan "renungkan duhai kekasih, hidup tak selamanya indah. renungkan wahai sahabat, hadapi semua yang kan terjadi" manjur menciptakan semangat baru. sebenernya mah yaa...
scheise duong?! alias siyalan... daripada gue gila dan keburu digosipin, mending aja gitu akyuwh gosipkan dirikuwh sendiri duluan.
ngantuk! udahan ah. majangnya nanti sajah sambil ngirim...

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home