Monday, 21 September 2009

Pencerahan Batin Terhebat (My Greatest Self Inspired)

Karena abis nonton pelem yang direkomendasikan Mbak Tita (Titarubi, Tukang Patung) gue mendadak Lebai Madu (again gituuu?) dan ketika gue bilang ke Abang Tanto (Tukang Gudang) gue lagi malas ngomong, gue sekarang jadi malas pake hurup. Pake gambar ajah deh..
Poto di atas adalah pose Mbak Tita dan David. David sedang di-uninstalled. David adalah Karya Seorang Tita. Memang belum pernah ketemu muka ama dia, tapi dia itu ternyata kenal ama Mas Arif JAF (Jatiwangi Art Factory). Trims pada teknologi karya Mark Z. dan Facebook.


Pelem rekomendasi Mbak Tita berjudul He's Just Not That Into You. Membuat saya ingat saya kegila-gila ama seorang Web Developer (hiks, yaiks)

Di pelem itu saya mencitrakan diri saya sebagai Anna, oleh Scarlett Johannson. Bukan karena dia seksi cantik n sensual (produk bermutu lah pokoknya) tapi karena di akhir pelem perannya berkata gini :
You know, what I've been focusing my energy on,,, is like a self discovery, as opposed to dating. I don't know. Maybe dating's a little overrated. Good friend of mine and I are going to India for a few months. We're going on a Yoga Retret.

Hey, adakah yang sempat nge-pans dengan saya? Wah, ga ada yah? Ternyata saya ke-GR-an dangdut sajah!


Pelemnya tar aja diresensi. Soal'e JetLag, nonton ini trus Angel Demon berturut-turut. Mm, tu orang (yang saya gilai setengah waras) mpe bikin ambigram namanya sendiri. Apa? Jangan harap gue simpen sini yak hasil karyanya, tar lu orang pada tau lagih. Haha..


Gilanya gue, pas kapan tau gue kirim dia kado. Dan itu poto di atas adalah salah satunya. Padahal, gue masi belom memutuskan apakah gue akan beranak seperti pada umumnya orang-orang atau tidak.


Poto di atas adalah poto pas saya ultah saya dirayakan ama Bruer, Rektor Saung. Saung ada di dekat Istana Monyet di Plangon, jadi Saung ada di Kalijaga Cirebon. dan Plangon pernah masup eSCeTeVe kemaren, hallah penting pisan. Dirayakan dengan anak-anak monyet, begitu Bruer n saya menyebut mereka.


Omigordobella, gue baru sadar tampilan fisik gue busuk abis (hiks) - tapi kalem pemirso, kalian bisa ke TKP untuk liat Kemeriahan Ultah Saya di Saung. Binun? Klik dong bo, tautan yang gue simpen.. Just click the links I inserted here hey fellows!


Oia, kalok saya dan Bruer dan lain-lain adalah anak-anak gorila. Di Saung saya jadi English Tutor. Saya Ngiggris bukan karena kagum, tapi saya biasa adu bacot alias berantem-verbal dengan Nyonya Besar in English. Maka.. Tepatnya, mereka anak gorila. Saya Pawang Singa. Karena saya ini galak. Gitu katanya.. Sedih lagi gue.. Yeah, tearjerker rite buddy? I learn English just to get a better understanding of information and communication. As that bloody language is still the first in the whole world.. Doh! And I found that word tearjerker after watching that old-not-bad-film..


Aksi so(k)sial pernah juga saya lakukan di Mengamati Proses Belajar Mengajar di Pasar Ciroyom, Bandung. Plus menjadi sukarelawan nemeni anak-anak-Ciroyom itu Study Tour ke BonBin Bandung. Sumpah, anak-anak itu bau lem aibon dan yah bau engga bangeut lah.


Eh, padahal gue cantik kalok didempul bener-bener.. Kalian bisa liat ke Being an Art itself. Di situ saya habis jadi model amatir. Cuma dapet dua contoh hasil. Jadi nagih mengen begaye lagih. Yaiks..

Poto di atas sih, poto saya pas TK (rambut panjang) dan teman yang hilang. Nyonya Besar bilang, saya itu dekat dengan Vera. Kata Nyonya Besar lagi, itu namanya. Keliatan yak, dari kecil muka saya ud sengak. Tau sengak? Ngeselin gitu..


Nah, si Gadis Kecil Bermuka Sengak ini sekarang ud jadi Setan Cilik Nan Lucu. Silakan baca kisah konyol saya dan ayah saya di tautan di atas. Kenapa ingat ayah? Sebab saya sedang buat ini sembari ber-musik-ria dengan spiker cihuy itu Maha Prabu. Yang bass-nya berdentum-dentum dan ajip beut dah!


Dan di tahun 2011 akan sedang bersantai di gambar di bawah ini siap menjelajah Selandia Baru:
Meski pun demikian, saya di Tanah Kelahiran saya Cirebon. Selamanya saya akan menjadi Si Gadis Cirebon. Jadi ingat Berondong-Osay, kawan Ciheu (si berondong) yang pernah manggil : Mba Put Si Gadis Cirebon. Saya sendiri mencoba tetap bangga dan terlibat. dengan Cirebon. Makanya saya menjiwai Saung. Mereka telah berproses lamaaa, jauh sebelum saya.

Saya ingin tetap eksotis, seperti gambar ini (yang diambil di sini) :

Konyolnya, saya termasuk cukup anti-sosial juga. Dengan area dekat rumah saya. Dengan bahkan kerabat alias keluarga. Saya menganggap mereka hanya keluarga ayah dan ibu saya. Kenapa? Saya sendiri sedang merunut sejarahnya kok. Makanya, saya ga suka dianggap hebat. Selalu ga suka, sebab saya sejak kecil dibiasakan untuk selalu menjadi hebat. Berprestasi. Keren. Terutama, BISA DIPAMERKAN. Nyatanya, saya cuma bocah printilan, gitu kata Mbak Tita. Printilan, alias gak bisa diem. Tauk dah tu orang bahasa apaan? Sunda juga da bukan? Atau : wis adat'e (udah dari sononya, Basa Cerbon - red) bahwa saya galak dan gemar protes.


Tita orang Bandung yang sekarang idup eh tinggal di Djokdja. Apalah arti sebuah lokalitas jika tak kenal dan bahkan merasa malu dengan ke-lokal-an itu. Gitu dong, ribut perang Indo VS Malay. Capek deh! Apalagi si Setan Cilik Lucu ini, cuma baru bisa juter Pulau Jawa doang belagu. Yaiks!


Oia, lupa. Saya juga masi bego. Kata Maha Prabu dan Nyonya Besar, saya itu gak becus cari uang sendiri. Makanya, kepemilikan saya atas Sarkonah juga agak kurang direstui keluarga. Hallah, ini apa sih kayak lagi ceritain Siti Nurbaya ajee.. Uang, uang, uang. Apalagi bukan? Untuk membiayai perut saya, plus bayar tagihan ini dan itu.


Oia, ini dia gambar Sarkonah anak perempuan saya si Gitar Akustik.


Ah, Sarkonah adalah salah satu alasan bahwa saya hidup. Oia, di Saung saya menjadi jamaah idiot sebab saya bahkan buta nada (yang lainnya maen gitar dan alat musik lain kayak nyelupin kantong teh ke Bak Aer doang!) dan malas menempa jemari saya agar kebal senar besi itu. Meski awalnya, saya sempat dianjurkan agar pasang senar nilon saja. Tapi sudahlah, yang penting Cintaaaa Sarkonaaaah cuuup muaaah!


Selasa Durjana (Bloody Damn Tuesday), 3 Syawal 1430 H.
(taat sekali saya pakai kalender hijirah begitu, hahay..)

2 Comments:

Blogger Noudie De Jong said...

aku tau orangnyaaaa!

hahahaha! kata kuncinya ada pada ambigram :D

*secara aku sudah pernah melihat ambigramnya* :))

10:24 am, September 22, 2009  
Blogger duniaputri said...

tak ado komentar tak ado komentar dak do dak do.. *ah, aku sih tak tau..*

7:58 pm, September 22, 2009  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home