Tuesday, 23 June 2020

KEMBALI

Sekumpulan #CeritaSuperMini ~ #IbadahMenulis #HariDuaPuluhTiga



#fragmen 1

Dicarinya sumber suara yang sedari tadi samar-samar tetapi cukup mengusik. Sekitar dua meter dari hadapannya, sang sumber suara berkata perlahan, “Aku menjaga jarak di antara kita, sayang.” Terkejut, dia pun membalas, “Kamu kan sudah meninggal.”


#fragmen 2

Hari-hari berlalu dalam kedamaian. Namun, tak sampai tiga bulan saja sudah ada yang mengetuk pintu rumahnya. Dia membuka pintu hanya untuk mendapat sapaan berupa teriakan, “Kalau gak bisa bayar utang, jangan pinjam duit dong!”


#fragmen 3

Menit-menit berlalu, tetapi mereka hanya saling bertatapan. Salah seorang di antara keduanya menyapa duluan, “Heeey, aku rindu….” Balasan yang tak senada meluncur, sambil sang pemilik tubuh mendorong sang lawan bicara yang hendak memeluknya, “Percuma! Sudah rugi uang, masih pula diselingkuhi.”


#fragmen 4
Dengan wajah sumringah bahagia sejahtera, dia menyapa, “Lho, ketemu di sini? Apa kabar?” Yang disapa hanya membalas, “Aku sudah mati dua hari lalu, lho.” Sang wajah yang sumringah tak tinggal diam, “Harusnya kamu yang khawatir! Utangmu yang sudah setahun lebih terlupakan, kamu pikir akan aku ikhlaskan?”


#fragmen 5

Dijawabnya panggilan telepon yang masuk ke ponselnya. Setelah puas tertawa basa-basi, “Jadi, elu termasuk yang aman atau tidak?” Suara di ujung sambungan telepon membalas dengan cepat-cepat dan histeris, “Gilak! Gue karantina mandiri! Pacar jugak! Orang tua manten urut-urutan kenak! Perbuatan durjana macam apa ini? Pacar berkontribusi menyumbang virus zombie akibat sungkan menolak undangan! Gue memang goblok! Abis karantina mandiri gue mau mintak putus! Eue, kagak; HIV kagak! Malah kenak serang korona! Sama-sama sial.”



=== Hati(-hati) yang Psikosomatik, 23062020 ===

Labels: , , ,

0 Comments:

Post a comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home