Sunday, 28 June 2020

AkHIRNYA

hari dua puluh delapan ~ masih sesi #cerita #eksperimental



"Kok gak menang lomba sih?! Kalah kamu. Bikin Mama malu.

"Iya, Ma." sahut si bocah pada perempuan muda di depannya.

Perempuan muda yang dipanggilnya Mama memarahinya habis. Si bocah hanya diam. Walau beberapa hari sudah berlalu, Sang Mama tetap mengungkit kekalahan dalam lomba. Namun, semuanya berubah di hadapan sejumlah orang yang dipanggil teman-teman oleh Sang Mama.

Acara lomba lain lagi.

Dan kekalahan lain lagi.

Kali ini, bonus nilai di sekolah.

Meskipun demikian, kali ini pula ada yang berbeda.

"YA KAMU JADI ISTRI KERJANYA NGAPAIN AJA?!" Suara seorang laki-laki bertubuh tinggi besar memenuhi ruangan.

"KAMU LIHAT, KAN? GARA-GARA KAMU, PAPA KAMU MARAH. MARAHIN MAMA!" Suaranya sama-sama memenuhi ruangan.

Tidak pernah ada pukulan atau kekerasan fisik lain, seharusnya itu baik-baik saja bukan?

Hari-hari berlalu dengan tenang. Diselingi adegan-adegan seperti sebelumnya yang terus berulang. Tak boleh ada kekalahan, kekurangan, kesalahan, dan semua yang membuat Sang Mama malu. Semua yang membuat Sang Papa marah besar pada Mama.

Hari-hari berlalu dengan tenang. Diselingi adegan-adegan seperti sebelumnya yang terus berulang. Meskipun kali ini, ada suara-suara asing bagi si bocah. Tangisan.

"Mama..." si bocah memanggil perlahan. "Papa..."

Tak ada yang menghiraukan si bocah.

Si bocah, tersenyum bahagia. Karena walau dia tak dihiraukan, tetapi suara tangisan Sang Mama dan Sang Papa kali ini memenuhi ruangan alih-alih teriakan saling membentak dan teriakan-teriakan yang membentaknya.

"Kamu ini gimana jadi istri? Aku sudah bilang, asuh anak itu yang bener..." suara pria tinggi besar itu kali ini terdengar pilu. "... tapi kok malah jadi gini?"

"Mana aku tau kalau dia bakal lari-lari dari sekolahnya ke jalanan besar di sana?"

"Mama..." si bocah memanggil perlahan. "Papa..."

Si bocah, tersenyum bahagia. Seraya melambaikan tangan.

Kelak bocah ini, akan menemani setiap anak kecil yang senantiasa tak dihiraukan. Setiap anak kecil, yang kehadirannya hanya untuk kebahagiaan semu.


== Halaman Rumahmu, 28 Juni 2020 ==

Labels: , ,

0 Comments:

Post a comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home