Thursday, 21 October 2010

dan perjalanan masih terus berlangsung

blogger. saya tetap blogger walau sudah mulai difitnah sebagai penyair. kenapa difitnah begitu? karena eh karena saya mbuat puisi alias muisi.

pembosan. saya tetap pembosan, menyadari bahwa di dunia offline dan online pada akhirnya banyak yang saling mengenal. saya ingin sua lagi dengan lain-lain yang tidak alias belum dikenal.
pada akhirnya, begitu banyak keinginan belum terlakukan. setidaknya, itu membuat saya semangat menghidupkan diri saya sendiri.

ada begitu banyak akun jejaring so(k)sial tak lain tak bukan bermula dari penasaran saya. jika menarik, biasanya eksis. jika tidak atau kurang menarik, ya saya biarkan tetap ada saja. toh hari gini mudah saja, tinggal disambung-sambungkan anatar jaring itu.

apa kesimpulannya? nama Putri Sarinande bukan sekedar nama beken, nama pena, nama maya, atau apa lah entah. nama itu, memang nama saya.

* * *

ganti tema.

apa fungsi nge-blog kalau banyak jejaring so(k)sial begitu? silakan klik tautan di dalamnya. di sini, di blog ini, saya maunya berkicau saja. twitter dong? lhah ya memang, sebelom (lagi-lagi) ber-twitter-ria saya sudah hobi mengoceh ke sana kemari. yang mo denger sukur, kagag ya gih dah minggat deh lu.

yang lucu, ada teman blogger saya yang akhirnya saya baru bertukar nomor ponsel sekarang setelah ngobrol ga jelas di YM. kacau, udah dari jaman kapan taun pan padahal kenalnya. usut punya usut, ga taunya dia kerjanya berhubungan dengan Dunia TI. pantesaaaan dia nge-blog.

apa kesimpulannya? tak mau memaksakan diri. blogspot saya begini, ya biarin aja. kenapa akun (akun-akun tepatnya) saya begitu begini, ya biarin saja juga.

mengutip kata Kemuning Larassattie, si Belahan Dada saya : apa aja jadi.

tambahan, belahan dada itu kosa kata tertinggi saya dan dia untuk menunjukkan betapa eratnya hubungan kasih (cuih) di antara kami.

nah, apa aja jadi. sebab hidup terlalu singkat untuk sibuk dipusingkan dengan komentar orang lain. mending kalo mendukung, lah kalo menjatuhkan mental? bunuh aja gue sekalian. itu tuuh, buat komentator kurang kerjaan yang bisanya ngurusin hidup orang lain tanpa dia sadar hidup dia sendiri pun tak terurus.

dan, perjalanan masih terus berlangsung. semangat semangat semangat.

Bandung (belahan bumi Ciwastra) 21 Oktober 2010

dalam status saya sebagai pengangguran tiada tara.
pengangguran yang dinikmati, yang penting tetap bisa makan makanan manusia.
seperti kalimat warisan dari Opa Saya Alm : kamu marah karena kamu lapar.
mungkin kemarahan saya bermula dari kelaparan saya di otak dan di jiwa.

sekali lagi, semangat semangat semangat! salam senyum kepada siapa saja yang membaca ini.