Wednesday, 29 August 2007

hwahuhuhu... buka FS Livana. ternyata dy bilang sudah transit di abu dhabi. kangen ama ni bocah yg suka gangguin gue. dan kesamaan kita yaitu POPOTOAN ;p inget mesej ULTAH dia ke gue yaitu semoga banyak ruang dan waktu semoga semua jadi semangat. ah, kangeun euyyy... everybody's changin and i dont feel the same. edan euyyy lah?! jangan2 gue nyang berubah? ah. Tuhan tolong aku... mizz tha past, but i cannot turn back time. all i need just GIVE THANKS TO ALLAH SWT. secara yaa pas gue liat gerhana bulan di atas genteng, hiks. gue kagak ngarti cara solat gerhana gimana? meneketehe... tapi gue denger takbir di mana-mana? ah, i'm cryin' alone di atas genteng. move along lah kata lagu mah... gue engga mao idup gue berakhir sebagai parasit jadi gue engga mao jadi parasit lajang. maabh yaa mba ayu utami, sayah mah pengen punya anak kandung jadi sayah kudu neangan bapana heula... ah, kenapa jadi ngelantur??? kangen uyyy.paduli lah gada yang kangeun gue juga...?

Labels:

Wednesday, 22 August 2007

Parasit Lajang Setengah Sehat

mungkin faktor abis baca buku kumpulan essay mbak ayu utami, judulnya si parasit lajang. terus jadi pengen nulis begini...

hari ini, kamis 23 agustus 2007. tadi malem kepikiran pas baca diary (haree begenee masih bikin diary? yaa secara haree begenee bahkan tembok bisa mendengar dan pintu bisa berbicara???), tragedi-EcengGendok membuka semua jelaga yang menghitam dalam otak. oia, tentang tragedi-Ecenggendok yaitu si Eceng yang BIKIN gendok, nampaknya beberapa orang tertentu tau lah yaa? hah, bocor juga mulut sendiri ini? sebelum digosipkan oleh publik, masi kita menggosipkan diri sendiri dulu...

Ada yang ngerasa engga, kadangkala manusia indonesia begitu asingnya dengan kata privasi? Dipikir-pikir, budaya barat yang katanya cenderung jauh dari nilai-nilai adat ketimuran, masih ada baiknya juga. Privasi.

Entah kenapa manusia agaknya tercipta untuk ditanya dan bertanya, dengan catatan kalo si penanya merasa baik (entah itu keadaannya secara fisik maupun,,, ah terserahlah...).

Pertanyaan 1: Anaknya sekolah di mana (diajukan pada orangtua kita, beban masih ada padanya)? jawabannya akan mudah jika memang sekolahnya bagus nilai bagus berprestasi de el el. jika tidak, menjawab akan menjadi hal yang sulit.
Pertanyaan 2: Nilai kamu gimana? (akhirnya, beban berpindah ke kita). jawabannya akan mudah jika nilainya bagus. dari sini mulai awalnya perbandingan.kadangkala pertanyaan nilai diajukan hanya untuk membandingkan.
Pertanyaan 3: Udah lulus belum? (diajukan pada mahasiswa tingkat akhir yang mulai tidak jelas eksistensinya di kampus). lagi-lagi jawaban semakin sulit jika si penanya tahu angkatan kita, dan kenyataannya adalah mendapat gelar sarjana tidak semudah membalikkan telapak tangan (ya iya lah, suka bodoh ah!)
Pertanyaan 4: Giliran udah lulus (ini adalah apa yang disebut dengan follow-up question. bahwa, sesudah lulus masih ada pertanyaan berderet menanti anda!) pertanyaannya menjadi; kerja di mana sekarang? jawab sajah sesukamu tapi jangan sekali-sekali memberi jawaban bahwa mencari pekerjaan bukanlah sesuatu hal yang penting dalam hidup. umumnya orang menganggap membuat pekerjaan lebih TIDAK-JELAS_MASA-DEPANNYA daripada mencari pekerjaan.
Pertanyaan 5: Mungkin pertanyaan ini akan bersaing sempurna dengan pertanyaan 4, yaitu; Sudah menikah? jawaban positif yang sebenarnya negatif adalah belum. jika menjawab tidak, maka akan ada reaksi tak terduga seperti alis naik atau jadi adu-argumen (menurut opini mbak ayu utami juga lho ini...)
Pertanyaan 6: Sudah punya anak berapa? (jika sudah menikah tentu. lain halnya jika punya anak kandung dan tidak, eh, belum menikah). dipikir-pikir koQ punya anak mesti diperbandingkan? katanya anak itu titipan Tuhan, kalo engga dititipin ya jangan protes duonk.
Pertanyaan 7: apa lagi ya? Masih hidup atau sudah mati? ah, absurd...

Dan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan semodel inilah yang memberi alasan kenapa seseorang bisa merasa terintimidasi. Lepas dari jawaban seperti apa yang diberikan. lagi pula, tidak ada kewajiban menjawab pertanyaan itu kan?

Kemarin sempet mikir, haree begenee mana ada orang yang peduli dulu seorang J.K. Rowling atau kolonel Sanders itu gimana kabarnya? Tho mereka sudah berhasil menunjukkan hasil akhir yang baik. pertanyaannya (lagi-lagi pertanyaan???) adalah, siapa yang peduli ketika mereka masih bukan siapa-siapa? ah, mereka berproses tanpa dunia mengetahuinya. atau seperti bapak Pramoedya Ananta Toer. dia terus berkarya dan yakin dengan pemikirannya yang ternyata menentang banyak hal. apa tujuannya. engga ada. mereka berbuat awalnya untuk diri sendiri dulu. mbak J.K.Rowling yang bingung gak punya kerja dan UANG. bapak kolonel sanders yang,,, ah ndak taulah itu sejarahnya. dan bapak pram? sastrawan besar indonesia (bu bawel dulu pernah bilang, ah sastrawan tu suka berpikir jika bacaannya njelimet alias susah berarti karyanya hebat. kalo bagi jurnalis itu berarti kemunduran. berarti ada yang salah dengan si penulis).

Tapi tadi pagi malah terbagun dengan satu kalimat terlintas di otak, kenapa aku kayak pelacur dalam kandang babi? (berterimakasihlah pada teman-kencan tengah-malamku, yang mengajak melihat lengangnya gazeebo dan sepanjang jalan nista pada jam nyaris 12 malam. juga terimakasih pada seseorang yang meneleponku, jadi ketahuan aku sedang jalan-jalan tengah malem buta, ya tho? terimakasih wat yang ajakin SMS-an tadi malem secara dia yang insomnia eh gue sih sakit kepala. dan special guest-star yaitu mas monyet-gunung. bro, aku minta oleh-oleh seriusan lho ah!) ah, bentuk kalimat negatif bukan? pelacur. kandang. dan terutama babi. kenapa? entah. enga solat subuh, disebabkan baru tidur jam 4 pagi. ah,,, dan jerawat pun menjawab 'bodoh kamu?! berbicara pada Penciptamu koQ LALAI?'

Secara fisiologis, seseorang tak mungkin mati karena faktor psikologis. Memangnya faktor psikologis seperti apa tho? ENTAH. Sayangnya penyakit jiwa, eh dokter jiwa, di indonesia belum ngetren. Pada akhirnya, mungkin tulisan ini dibikin sebagai ajang terapi-psikis pribadi. Penyembuhan diri begitu. self-healing...

Labels:

Sunday, 19 August 2007

Simfoni Putri

minggu dini hari
19 agustus 2007 - 00.06 a.m.

...adalah gubahan pribadi dari judul sebuah novel Simfoni Bulan, karangan Feby Indirani, penerbit Mediakita.

Beberapa buku bacaan saya dalam beberapa hari ini membuka pikiran lain. Mereka Bilang, Saya Monyet - sebuah kumpulan crpen mbak djenar. kata 0m d'Jay gigoloku tercinta, saya seharusnya menjadi Putri Mahesa Ayu, the next mbak djenar.
Saya baru ngeh sekarang, agaknya itu berlebihan. saya tokh membaca buku-buku lain selain karya mbak djenar.
ada J.P.V.F.K buku kedua setelah L.S.D.L.F. karya Syahmedi Dean. ada Wanita Penggoda, sebuah kumpulan CerPen Islami. ada Veronika Memutuskan Mati karya Paulo Coelho. banyak deh. apalagi chicklit.
Eniwey, thanks my dear. U often support me, even if U're not always be there fur me.
Sebenernya saya pingin sekalian bikin resensi buku-buku itu, tapi karena ada emosi-pribadi menyertai jadilah buku-buku itu sebagai literatur penunjang curhat.
Tadinya saya masih ingin memaki dan marah-marah. tapi saya pikir Bu bawel pasti hanya akan mengangkat sebelah alisnya dan berkomentar 'esensinya apa lu ngamuk-ngamuk gag jelas gitu. orang baca tulisan lu kagak ngatri kalle?!'.
Ah, bu bawel. Maafkan akyuwh yaa. belum lagi dapat menyisishkan waktu untuk mencarikan kadomu, buku-biokimia-(najeezzh)-yang-mudah-dibaca.
Thanks a lot sietz. U had inspired me.
Benang merah berbagai buku yang saya baca dan tuduhan gelar the-next-djenar adalah gaya penulisan. saya ingat dengan gaya penulian saya selama ini, masih mengikuti mood dan atau ikut alunan lagu. middle-to-slow, middle-to-cheer, hardcore, de-es-be.
Racun menelepon malam sebelumnya dari esya jakarta ke esya pinjaman saya. Sekedar info, nikmatnya ber-esya-ria adalah tarif muree wat bergosip. dia bilang bahwa selama ini dia suka membaca blog saya, karena ada aja yang bisa bikin dia ngakak.
Saya terharu, tapi racun bilang kalo sampe ada adegan nangis-lebay atawa ceurik-reumbay, dia akan menutup tilponnya (eh, btw perasaan lu gag ngemeng gitu ya Cun?).
Lalu kami tertawa-tawa membahas ibu-ibu arisan di kosan lama saya. di kosan itu, yang membuat saya ingin kembali hanyalah bu bawel dan dinyo. ibu-ibu arisan yang hobi membuat peraturan untuk kemudian mereka telan kembali, menjilat ludah sendiri. apa contohnya? yah, buat yang pernah sekosan dengan saya Herlinda Putri pada periode agustus 2006 - juli 2007, coba yang ngerasa... sok ateuh, dipersilakan untuk mengaku.
Akhirnya otak mulai mencerna.
Saya pikir keadaan saya sekarang. Seharusnya saya tidak memaki si-pembuat-tragedi-batal-november. keparat itu (tuh, kan. udah mulai berkata sarkastik lagi?... piye tho?), mungkin hanyalah puncak dari emosi-emosi saya.
Lagi-lagi, dengan sarkastik, saya bilang sama seorang-teman-yang-sibuk-membuat-membran. Belajar di jurusan saya saat ini mungkin memang sulit, sama sulit dengan menghadapi seantero manusia yang biasa hilir-mudik di jurusan saya. bagi saya lho.
mumpung inget, ah. BESAR UCAPAN MAKASIH dari lubuk hati terdalam, kepada seorang Syamsul Ma'arif dan Teguh Priyambodo. kalian teman-teman yang menerimaku apa adanya, dan memberi dukungan yang sesuai saat saya membutuhkan, dan terutama tanpa menghakimi.
Keadaan ini membuat saya kehilangan rasa humor, sedikit barangkali. Saya rasa saat ini saya mulai menikmati hari-hari sebagai apatis yang sarkastik. Sampai saya bisa menerima kenyataan dan kembali menghadapi realita hidup (halah3X, keknyah pait bangeud idup lo?).
Entah. Teringat SMS-SMS aneh saya di tengah malam ke monyet-gunung dan Sabam-Qirick. kirik adalah anjing dalam bahasa cirebon. binatang semua dunks? yaa, saya kan memanggilnya dengan penuh cinta. halah...Monyet Gunung ceritanya masih di Sulawesi, so what gitu? Sabam Qirick masih di Semarang, so what juga. Biar gimana, terimakasih daaaghling untuk pinjaman-mata-membaca-SMS-aneh-cerita-ku. So sweet gitu...
Dalam simfoni Bulan, saya menangkap pesan moral bahwa: "observasi untuk sebuah tulisan (entah cerpen, novel, fiktif, atau asli) bukan berarti melakukannya sendiri".
Karena apa? Original? tapi saya setuju sajah.
Intinya? i want to say alhamdulillah.
"yeah U bleed just to know u're alive" dan "renungkan duhai kekasih, hidup tak selamanya indah. renungkan wahai sahabat, hadapi semua yang kan terjadi" manjur menciptakan semangat baru. sebenernya mah yaa...
scheise duong?! alias siyalan... daripada gue gila dan keburu digosipin, mending aja gitu akyuwh gosipkan dirikuwh sendiri duluan.
ngantuk! udahan ah. majangnya nanti sajah sambil ngirim...
A Letter to Si_WaremZ

Assalamu 'alakum Waremz, apa kabar sobat dan rivalku yang satu ini?
Saya rindu bercerita denganmu.
WaremZ! 'Mereka bilang, saya monyet!)1' padahal, saya pikir mereka-lah yang monyet. Atau mungkin saya menjadi monyet karena hasil penyeragaman? Efek dari sebuah kebersamaan?
'Di Indonesia ada kultur kekeluargaan ... ... ... Kalau dikritik mereka akan mempertanyakan kredibilitas kritikusnya, apakah dia sudah layak mengkritik. padahal tak ada kriteria apapun untuk menjadi kritikus. Kritik itu sangat mudah asal kita tahu banyak informasi dan harmonisasi hidup, maka kita bisa membuka mata dan melihat mana yang tidak harmonis dan yang tidak sesuai dengan informasi.')2
Berkomentar itu memang mudah, tapi memberikan komentar yang membangun, itu masalahnya. Komentar, jika saya boleh menghaluskan kata mengkritik.
Toh usia bicara. Yang tua baru boleh bicara)3. Betapa feodalnya pemikiran seperti itu?
Sudah pernah membaca Simfoni Bulan? Karangan Feby Indirani, penerbit Mediakita. Intinya tentang seorang jurnalis yang ingin membuat novel tentang pelacur dan memutuskan untuk mengalami sendiri rasa menjadi pelacur. Saya pikir tokoh Bulan itu lupa ada kata "observasi". Sedangkan untuk kata pelacur itu sendiri, saya rasa banyak orang menjadi "pelacur" haree begenee. Dengan menjual harga diri dan pemikirannya. Atau, lagi-lagi mungkin, kita semua pelacur dengan cara kita masing-masing.
Ah, sudahlah. Tak penting itu. Saya akan tegaskan moral-cerita dari surat ini WaremZ. Bahwa menjadi diri sendiri meskipun saya akui agak sulit, adalah pilihan saya sendiri. Saya akan membiarkan "anjing-anjing" di luar sana menggonggong, dan saya tetap berlalu karena saya BUKAN anjing. Kecuali jika ada masukan berupa komentar dan KRITIK yang memang memberi ide segar, dan bukannya malah menjatuhkan dan membunuh perlahan.
Oia, ada lagi. Gara-gara baca buku J.P.V.F.K (Jakarta-Paris via French Kiss) dan bahkan buku sebelumnya Lontong Sayur dalam Lembaran Fashion (L.S.D.L.F.), saya kira tidak akan pernah ada pekerjaan yang aman resiko. Menjadi seorang wartawan fashion seharusnya sama menderita dan membosankannya dengan menjadi seorang Q.C quality-control atau teknisi-laboratorium semacamnya. Tapi, itu bergantung pilihan masing-masing dengan apa yang akan dilakukan dengan hidupnya bukan.
Menurut kamu?
Ah, kawan. Saya akan benar-benar menyudahi surat ini.
Selamat berjuang.

Dari saya - sahabat&rival.


PS :

)1 sebuah kumpulan cerpen mbak djenar maesa ayu
Lebih jauh, dalam ulasan Sutardji Calzoum Bachri tentang cerpen-cerpen mbak djenar, di dalam CerPen 'Mereka Bilang, Saya Monyet!', orang-orang munafik digambarkan sebagai hewan-hewan aneh.
)2 dikutip dari novel Syahmedi Dean berjudul Jakarta-Paris via French Kiss
)3 bukankah ini iklan salah satu merk rokok? hehe

Friday, 10 August 2007

jumat, 10 agustus 2007

umur gue udah 22 tahun. tadi pas iseng-iseng ama dinchews lagi ngebego di KATANA dia di LPK alias lapangan parkir kimia, QT bikin analogi tujuan hidup berdasarkan usia. umur dinchews sendiri sekarang 23. umur 21 saat kedewasaan baru dimulai (setau gue gitu, yang katanya dewasa secara hukum bisa jadi ahli waris atau transaksi jual beli rumah atau motor), adalah waktu dari kita mulai berencana membuat rumah. umur 22 mulai mikir beli tanah wat lokasi rumah. umur 23 mulai mikir rancangan bangunan rumah kayak gimana. umur 24 mulai beli segala material pendukung agar rumah itu siap huni. dan umur 25 adalah saat mikir, mau dihuni ama siapa rumah itu? hahaha, analogi yang bagus. sesuai untuk wanitah...dan sesudah itu gue menangis gara-gara tragedi-babeh-baeud yang akan dijelaskan selanjutnyah. yang dalam SMS gue ke dinchews sih keknyah tragedi inih mungkin puncaknyah jadi akhirnyah muntah deh lahar-lahar kekacauan dalam diri gue. gag nangis bangeud sih, da tadi di mobilnyah dincheuws. air mata cuma sedikit ngalir tanpa bisa gue tahan. tadi dapet SMS dinchews bunyinyah La Tahzan - jangan bersedih. itu adalah judul buku semacam chicken-soup islami. sop ayam agar kita berhenti meratapi nasib dan bangkit berjuang. jadi setelah gue nangis pas solat magrib dan meratapi banyak hal (hal-hal duniawi gag penting kayaknyah seperti misalkan cita2 gue punya GSM baru, ngumpulin duit gue yang mencar gara2 TA, ade2 gue yang sekarang lagi dalam pengawasan gue kaka yang ble'e), gue memutuskan untuk menguraikan semua benang kusut inih dalam tulisan inih. yang kata dinchews mah, ada apa dengan kitah mendadak bijak ginih? wah, mungkin ini adalah waktu bagi semua darah dan air mata untuk bekerja memperbaiki semua kekacauan...
dan ada apah dengan kimia UNPAD 2002? keknyah musim kawin, udah kayak burung ajah. berdasarkan gosip, ada juga anak'02 yang dah merit tapi diem2an ajah. wah, ituh gosip mah off d record. siapa yang mana, gosipin ajah sendiri. gue lagi curhat dan bukan gosip, eh dikit sih keknyah. hehe... danNN,,, yang bikin gue pengen nyengir adalah; nampaknya priah WTS si Wajah Tanpa Senyum ituh akan merit sama wanitahnyah. yang dulu awal2sih wanitahnyah jelas2 pen nyomblangin gue ama priah ituh. hell yeah, it's so last year...dan si bapa 'beungeut-baeud' isunyah dulu suka dengan wanitahnyah si priah ituh. dan babehnyah si baeud ituh yang sekarang lagi gue kirimin doa-doa, berharap tragedi bisa damai. karena gue berusaha mengejar november. dan sahabat gue yang mau merit juga menjadikan gue pager-ayunyah. hohoho. jadi gag perlu bawa gigolo wat kondangan. iyah juga sih, yuli kan sama-sama belom S.Si juga kayak gue. tapi doski tipikal wanita yang menyerahkan pernikahan pada hukum agama, dalam hal ini Islam. bagi gue sendiri, menikah tidak semudah itu. it's not only sex. tidak semata-mata mencegah zina. bukan cuma neraka dan surga, bukan cuma iblis dan malaikat. ada kesiapan tersendiri buat gue pribadi yang gue berani bilang bahwa gue baru mulai memikirkan pernikahan pada usia 25-an. dan gue bahkan berpikir bahwa kelak gue punya anak, gua mau kasi kebebasan akademik ke anak-anak gue, tapi dengan pengarahan dari gue dan suami juga pribadi. karena gue inget pertanyaan bu bawel "kenapa lu pengen teknik Fisika ITB?" dan gue jawab : pengen ajah, gue suka fisika dari dulu walopun matematik gue ble'e mampus dan karena itu ITB. jeung bawel cuma komentar : koQ gada visi misi yang jelas. heLL yeah, menikah dan apalagi memiliki anak jelas bukan urusan sepele bagi gue. tapi gue bukan tipe orang yang bisa hidup bersama tanpa pernikahan.
halakh3X. kebayang ajah gitu umur 22 gue masih berkutat dengan tragedi-babehnya-si-baeud, dan orang-orang pada lagi nyari hari baik bulan baik. bukan cuma di jurusan, temen-temen SMU gue juga. ada juga sih yang katahnyah mah ceunah dia merit by accident alias keburu bunting duluan. dan gue lagi mikir ginih, dosa gue yang belom jadi sarjana dan yang pada bunting duluan ituh gedean mana ya? lha, koQ jadi bandingin dosa?!! mungkin ini karena ekspektasi mama-papa yang lumayan tinggi ke gue. mereka adalah tipikal orangtua yang mencoba memperbaiki garis keturunan dengan membuat anak-anaknyah kuliah di IPA. berhasil ke ade gue, USM murah ITB di Tekim hanya dengan 15 juta sajah. bahkan masuk kimia UNPAD USM ajah 25 juta. psikologi kata si dede 100 juta via USM. apa artinyah UNPAD? bu bawel bilang FIKOM UNPAD bukan kampus, tapi tempat nongkrong. dan gue setuju. UNPAD bukan kampus, tapi tempat nongkrong. tapi kalo engga masuk kimia UNPAD ya engga jadi gini. (baca kisah selengkapnyah dalam blog gue di FS dan blogspot "jika aku kuliah di TF gajah duduk",,, kira-kira gitu lah judulnyah).
kenyataan lain yang pait keknyah adalah ade2gue hidupnyah so far so gud, lha gue yang jadi kakanya ble'e ginih. dede dini berjuang setahun lebih wat dapetin psikologi UNPAD SPMB, yang katanya dia jadi kuliah barenga ghea indonesian idol. akhrnyah, ada juga artis yanbg punya otak. well, gue gag bilang semuah artis ituh dongo lho?! ade gilunk gue USM sih tapi secara ITB ya worth enough ajah. TeKim ITB USM cuma15juta. jelas ajah lebih iyeh, daripada masuk kimia UNPAD USM yang 25 juta, katanyah. ade andi kuliah sambil berbisnis, dan sedang berusaha menjadi imam yang baik wat calon istri. halakh3X. dan ade gue ayoe kuliah nun jauh di jawa sono sempet-sempetnyah kasih semangat ke gue. ngurusin ade2 gue inih serasa gue ngurus anak. gue bilang dinchews mah daripada ade2 gue pada ngaco disesatin orang-orang lain, mending gue ajah yang kasih kesesatan... eh, pengarahan dink. hahaha. yah, ade-adekuwh. gue sayang bangeud ama kalian. ade gilunk ade andi ade ayoe dede dini, kalian semua adalah salah satu alasan gue bertahan dan menjadi lebih baik. tuh kan, serasa punya anak nih gue... sok pahlawan? mungkin. karena kalian adalah ade-ade gue. kalian adalah orang-orang yang seharusnyah gue sayangi tanpa perlu gue cari karena sudah menjadi takdir bahwa kalian tercipta buat gue. tapi gue engga mau terjadi apapapun dengan kalian, selagi gue sanggup...
dan akhirnyah, apa yang sebenernya gue cari??? gue mungkin belum menjalankan habluminallah (hubungan dengan Yang Di Atas) dengan baik, tapi gue coba jalankan habluminannas (hubungan dengan sesama manusia) sebaik yang gue mampu. ketika sedang berjalan melewati tambal ban, gue mikir betapa sulitnya mencari uang. uang mungkin bukan segalanya, tapi apa mau di kata. manusia hidup membutuhkan uang. dan gue mikir, untung gue kenal bu bawel jadi bisa ajarin gue bikin CV. dan kenyataannya, gue gag hina-hina amat. kecuali kenyataan bahwa akademik jelas adalah nilai mati gue, gue masih ada beberapa kelebihan untuk dicantumkan dalam CV. dan kalimat dinchews yang bilang 'kalo gue niatin jadi PNS pisan mah ngapain gue kuliah di Qmia' - bner juga sih. ituh kan sama ajah bunuh diri. dan gue inget lagi tulisan inspiring dari buku ITB-nyah gilunk. kuliah dan kerja tidak selalu sejalan akademiknyah. seorang maestro sastra indonesia Taufik Ismail adalah sarjana dokter hewan. tapi sekarang gue lagi berjuang demi gelar kesarjanaan gue yang kayaknyah beraaattt bangeud wat gue pribadi. ibarat kata fans-nyah ibu bawel mah 'dengan darah dan air mata'. apa yaa,,, da if only i could turn back time by Aqua juga adalah mustahil memutar kembali waktu. gue seharusnyah berusaha menyelesaikan kekacauan yang udah gue bikin.
gue sekarang kosan di bandung. i think i had enough with this jatinangor thing. kosan ini adalah kosan awal mula gue SPMB. dan dengan ekspektasi yang begitu baik ke gue. dari SD gue selalu lolos dari maut, dalam artian akademik gue damai ajah walau cuma sedikit melewati ambang batas. jadi akhirnyah gue iseng ngaku ke anak-anak kosan ciheulang 4A (pertemuan Tubagus Ismail dan Sekeloa, kalo ada yang kenal gue mampir yepz... hehehe, mulai deh... murahan...) bahwa gue anak Satra Inggris UNPAD. maabh yaa temen-temen FaSa dan SasIng... pada percaya!!! dan gue bahkan dimintain bantuan sesuatu-yang-inggris-gitu. tanpa sadar, gue akhirnyah jadi mikir, gue punya kemampuan itu bukan tanpa usaha. bertahun-tahun gue berjuang belajar bahasa Inggris sampai akhirnyah gue suka. malahan gara-gara kemaren sempet jadi tour-guide temen-temennyah pa yos biokim (hullo paul and boude - baud, is it your name?) yang asal welanda dan bisa ngomong inggris, gue mikir kenapa gue engga jadi duta budaya ajah dan jadi tour-guide? jadi pas gue reply SMS kordes hina gue dan comment rimeh, gue cuma bilang kesibukan gue adalah jadi tour-guide dan les nari. bagian les nari-nyah sih bener, baru mau daftar tapi. wat nambah skill ah...pas malem rabu menjelang dini hari kamis gempa dengan pusat di indramayu. dan babeh aink geuring - papa sakit. gue jadi serba parno, akhirnyah. da gue dengan dongonyah malah mikir itu truk pindahan mana berisik amat. jelas-jelas goncangannyah lumayan bikin parno!!!
pas kamis pagi gue iseng SMS si monyet-gunung. eh, deliver dong!!! dia nge-cengceng-in gue tanya 'kapan wisuda neng? pengen liat kamu pake toga masi keliatan apa engga?' - dan ada efek smiley gitu. jelas dalam keadaan hidup gue lagi engga oke, gue engga anggap itu SMS so-sweet. dan akhirnyah, pas malemnyah gue buka YM ada temen gue cowo add gue. tu temen - sebut sajah DY - ngaku ke gue kalu dia pada akhirnyah jadi biseks, cuma bedanyah sekarang dy lagi gada cewe. dan pas gue cerita tragedi gue ditembak brondong mabok (asli mabok alkohol, yang kalo kata temen-temennyah mah orang mabok biasanya jujur), dia bilang koQ jadi rada gag rela apa ini tanda dia mulai ada hati ama gue??? mak, gue tereak! bisa gila gue lama-lama... jelas-jelas gue cewe dan bukan lesbian karena gue masih suka cowo, suka bangeud malah. gue dan DY? pasangan homo dong kita??? DEM. jadi akhirnyah gue tinggalkan offline mesej ke DY bilang kalo (berdasarkan ide dinchews sih...) baik brondong ituh ataupun monyet gunung, gag ada yang paling bener sih. setau gue monyet gunung dah targetan merit, dan lagi dy dah punya cewe. gue sendiri gag ngerti, apa yang gue liat dari dia? gada sih. yang penting dia cowo. dan sekarang inih, gue inget lagi obrolan dongo gue dan bocah-gundul (bocah, karena selain kenyataan bahwa akademik dia jauh melebihi gue tapi dalam hal kerasnya hidup atau kejamnya dunia gue pikir pemahaman dan perjuangan gue rasa melebihi dia). di kosan ini gue dah dapet genk lagih. awalnyah gue mikir bisa gila beneran gue, karena cewe-cewe ini pada suka bertingkah seolah-olah mereka lesbian. tapi pada akhirnyah gue gabung dan gue pikir pemikiran gue dan mereka sama, kita mah gila-gilaan kayak gini buat lucu2an ajah. akhirnyah gue nyium si mothie dan bibiek. on d cheek lah, gila ajah gue mau frenc-kiss ama cewe. bukan berarti gue juga pernah bertukar lidah ama cowo sih...heLL no!!! coz awalnyah gue mikir, gue bisa gila beneran karena gue punya cukup banyak temen dan kenalan gay.
dan akhirnyah gue menemukan beberapa kemiripan , yang gue bilang ke bocah-gundul via esyaan malam hari, bahwa hukum like dissolve like memang benar adanya. mothie dan kesintingannyah (harta karun, mengutip istilah benge mah. dan temannyah, hehe...) dan dia punya temen gay juga. bedanyah, bisa dibilang gue kenal biangnyah gay dan dunia genk-gonkan gay dari banyak strata sosial gue lumayan tau - gag penting but i got the truth... menyong yang cowofilia. bedanyah adalah dia punya cowo dan gag mau juga lepas dari cowonyah sedangkan gue menuai banyak tanya dari para om dan sodara-sodara lain dan bahkan nyokapnyah dinchews dan temen-temen gay dan dari anak-anak lain termasuk menyong. oke, punya pasangan termasuk bagian hidup yang tidak mudah juga buat gue. dan bibiek yang nelen toa, gag afdol kalo gag pake tereak dan berto-toa ria...bedanya, gue gag bisa kalo gag punya ruang buat diri sendiri. that's why gue memilih punya kamer sendiri dan tidur sendiri. bukannyah gue ikutan pengajian biar rada insap...atau bayar utang puasa biar berhenti memaki, yang kata mba icha rahmanti dalam beauty case mah cewe memang udah kodratnyah gag etis kalo memaki. jadi, apa artinyah usia gue 22 tahun ini? apa arti hidup inih? bagi gue hidup harus disyukuri dan diperjuangkan. sepele klise dan basi, tapi itulah fakta.